10 Adab Sahur dan Berbuka Puasa – Untaian Tweet Syaikh Muhaddits Abdul’Aziz Al-Tharifi

Adab #Sahur

# Teks-teks hadis secara kontekstual menunjukkan bahwa makanan sahur lebih utama daripada makanan berbuka puasa, karena teks hadis tentang berbuka kebanyakannya mengenai sunnahnya menyegerakannya, adapun sahur, maka teks hadis menunjukkan bagwa keberkahan itu ada pada zat makanannya, juga karena sahur menjadi penguat orang berpuasa untuk menjalankan salah satu rukun islam, dan berusaha untuk menguatkan diri pada siang hari puasa tentu lebih utama (dari pada berbuka untuk menguatkan diri pada malam harinya).

# Banyak orang yang tidak peduli dengan sahur dan sangat memperhatikan buka puasa, padahal sahur lebih utama, ini disebabkan ketidaktahuan mereka tentang mana yang lebih utama, sehingga sahur harusnya lebih diperhatikan.

# Memberikan makanan sahur pada orang yang berpuasa lebih utama daripada memberikannya makanan berbuka, karena makanan sahur lebih utama, dan juga karena sahur bisa menguatkan puasa orang yang melakukannya, adapun keutamaan berbuka maka tidak ada satupun hadis yang shahih, namun orang yang memberikan makanan berbuka tetap mendapatkan pahala sebab karunia Allah itu begitu luas.

# Disunatkan agar makan sahur dengan kurma atau makanan lain beserta kurma. Ini merupakan sunnah yang dilupakan oleh banyak muslim, karena menyangka bahwa kurma itu hanyalah untuk makanan berbuka. Dalam hadis “Sebaik-baik makanan sahurnya seorang mukmin adalah kurma”. (HR Abu Daud dengan sanad kuat). # Orang yang sahur boleh memakan atau meminum apa yang sedang ada ditangannya ketika sudah mendengar azan, hal ini dibolehkan oleh sekelompok para salaf, dan diriwayatkan juga dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Adab #Berbuka

# Sahur harus dengan makan atau minum, adapun berbuka puasa maka boleh dengan apa saja, walaupun dengan jimak (berhubungan suami istri) langsung juga boleh, sebagaimana perbuatan Ibnu Umar radhiyallahu’anhu.

# Berbuka yang paling utama adalah dengan kurma, kalau tidak ada maka dengan air, kalau tidak ada maka dengan susu. Adapun pengkhususan keutamaan ruthob (kurma mengkal) ketika berbuka maka hadisnya tidak shahih, juga hadis yang memprioritaskan ruthob dari tamr (kurma kering) derajatnya munkar sebagaimana yang dihukumi oleh Abu Zur’ah, Abu Hatim dan Al-Bazzaar.

# Berbuka yang paling utama adalah dengan kurma, dan sunnahnya minimal 3 butir kurma, kemudian beberapa tegukan air. Tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau menyantap selain kurma dan air sebelum shalat magrib, adapun setelah shalat magrib maka beliau makan apa saja yang beliau kehendaki.

# Bila jadwal waktu jam tenggelamnya matahari (jadwal azan magrib) telah tiba, disunatkan untuk segera berbuka walaupun belum ada azan magrib, karena azan dan berbuka terikat waktunya dengan tenggelamnya matahari, dan keduanya tidak saling terikat.

# Kalau waktu tenggelamnya matahari telah tiba, namun ada yang menunda berbuka hingga azan magrib dikumandangkan maka ia telah menyelisihi sunnah, dan dahulu Ibnu Umar radhiyallahu’anhu segera berbuka tepat tenggelamnya matahari, walaupun belum ada azan magrib. Sumber: wahdah

Silahkan Berkomentar