Aksi Damai Masyarakat Cirebon Memerangi Kampanye Hoax, SARA Menjelang Pemilu 2019

Aksi diikuti ratusan massa dari berbagai elemen yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Indonesia (Gema Indonesia) menggelar aksi damai di Jalan Siliwangi, depan Balaikota Cirebon dan Gedung DPRD Kota Cirebon kemudian ke Alun alun Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (12/02/19). Komponen aksi dari elemen pemuda, masyarakat, mahasiswa dan santri bergantian berorasi sambil membentangkan spanduk tentang Pemilu 2019 yang damai, melawan isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian.

Aksi tersebut menghasilkan deklarasi pemilu damai dan anti hoax, serta penandatanganan petisi anti hoax dan provokasi, dalam aksi tersebut menyerukan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 pada April 2019 mendatang, untuk menentukan pemimpin lima tahun mendatang.

Dalam isi statement aksi tersebut menyatakan agar penyelenggaraan Pemilu dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap berkomitmen dalam menyelenggarakan Pemilu serentak berlangsung damai dan bersih.

Abdurrofiq, mengungkapkan saat ini penyelenggaraan Pemilu diindikasi banyak temuan yang diduga dapat memecah belah persatuan bangsa, terutama hoax. “Ini merupakan seruan aksi damai. Jangan sampai masyarakat terpecah belah. Kami ingin damai, masyarakat harus menjaga persatuan dan kesatuan, untuk menciptakan suasana Pemilu yang aman dan damai, masyarakat agar mengutamakan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan NKRI berdaulat ” ucap Rofiq.

Seorang orator aksi Toni Gumilar yang menamakan diri dari komponen angkatan 98 menyerukan dalam orasinya “Kita harus menjadi rakyat yang cerdas dalam hal memilih serta mendukung Pemilu aman dan damai demi mewujudkan demokrasi Indonesia”


Aksi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut berlangsung tertib ditutup dengan pembacaan do’a bersama demi kelancaran, keamanan, dan kedamaian Pemilu 2019 mendatang.