Cawapres Ma’ruf Amin mewanti-wanti cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, agar tidak sungkan menghadapinya

Berikut persiapan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno jelang debat ketiga Pilpres 2019.

1. Persiapan Ma’ruf Amin

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan, Ma’ruf Amin tidak akan mengubah penampilan dan karakternya saat tampil di debat ketiga Pilpres 2019.

“Saya rasa kami tidak ingin mengubah karakter dari cawapres kami karena mereka akan memimpin lima tahun ke depan. Kalau karakternya diubah, nanti jadi pencitraan,” ujar Erick ketika ditemui Kompas.com di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Erick menjelaskan, Ma’ruf akan menampilkan karakternya seperti saat debat pertama.

Soal materi debat, Erick menilai Ma’ruf Amin memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah dan akan menjelaskan kembali program Joko Widodo di bidang pendidikan.

“Beliau ulama besar yang mengerti ekonomi syariah. Di pendidikan, ia juga akan menjelaskan program pendidikan seperti yang Pak Jokowi gagaskan, seperti Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah dan sebagainya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Program TKN Aria Bima yakin Ma’ruf Amin akan menguasai tema yang diangkat dalam debat ketiga Pilpres 2019.

“Saya yakin Pak Ma’ruf Amin akan bisa menghadapi hal-hal yang terkait dengan masalah yang diangkat dalam debat,” ujarnya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019) mengutip Kompas.com.

Selain diyakini menguasai tema, Aria yakin Ma’ruf akan tampil dengan baik karena yang bersangkutan telah terbiasa memberikan ceramah.

Hal itu dinilai sebagai kelebihan yang menguntungkan Ma’ruf.

Menurut Aria, dalam debat, Ma’ruf akan lebih menekankan soal aspek budaya terkait jati diri bangsa.

Hal ini dinilai penting untuk mencerdaskan bangsa.

“Aspek kebudayaan, aspek yang menyangkut jati diri bangsa ini harus di kedepankan supaya hal yang terkait dengan bangsa yang cerdas, adalah bangsa yang berkarakter,” ujar dia.

2. Sandiaga Uno

Jelang debat ketiga Pilpres 2019, Sandiaga Uno melakukan persiapan dengan meminta masukan dari sejumlah tokoh.

Sandiaga Uno menemui Pimpinan Yayasan Taman Siswa, Prof. Dr. Sri Edi Swasono dan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta, Rabu (27/2/2019).

“Saya baru dapat masukan dari beberapa tokoh salah satunya Prof Sri Edi Swasono,” ujar Sandiaga saat ditemui Kompas.com di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu.

Dalam pertemuan itu Sri Edi memberikan masukan tentang sistem pendidikan dan kesejahteraan pada guru, khususnya di sekolah swasta.

Sandiaga Uni juga mendapat masukan mengenai sistem koperasi yang harus dijalankan jika Prabowo-Sandiaga jika terpilih pada Pilpres 2019.

Hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan itu adalah strategi dalam membuka lapangan kerja melalui program-program strategis yang menyentuh masyarakat.

“Beliau sangat tertarik dengan konsep unikop (unicorn koperasi) yang dikemukakan bahwa unicop adalah sebuah koperasi yang sudah menembus skala di atas Rp 1 triliun,” kata Sandiaga.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Meutia Hatta, Sandiaga Uno mendapat masukan terkait perlindungan terhadap perempuan dan isu kesehatan.

Sandiaga mengatakan, Meutia Hatta memberikan masukan terkait pengelolaan BPJS Kesehatan agar dapat memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Juga Bu Meutia sampaikan bahwa perempuan adalah tonggak kekuatan bangsa kalau perempuan kuat, keluarga kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat kuat, kalau masyarakat kuat bangsa kuat,” kata Sandiaga.

Terkait isu pendidikan, Sandiaga mengatakan, dirinya akan bertukar pikiran dan meminta masukan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya akan bertukar pikiran dan dapat masukan dari salah satu pakar pendidikan yang kebetulan mantan mitra saya di DKI, Pak Anies Baswedan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, dirinya dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Ia juga berjanji akan menyetarakan sistem pendidikan di sekolah swasta dan menyejahterakan guru.

“Kami sudah luncurkan di visi Indonesia Menang bahwa pendidikan di Indonesia harus tuntas, berkualitas, harus bekarakter bukan hanya kedepankan kecerdasan dari peserta didik tapi juga memastikan mereka berahlakul karimah,” kata Sandiaga.

Jakarta – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin mewanti-wanti cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, agar tidak sungkan menghadapinya dalam debat capres ketiga, yang akan mempertemukan mereka.

“Debat Capres itu mekanismenya sudah diatur oleh KPU, sehingga santai saja menghadapi debat, tidak perlu sungkan menghadapi kiai seperti saya,” kata Ma’ruf Amin, di kediamannya di Menteng, Jakarta, Selasa, 19/02.

Ma’ruf Amin mengomentari pernyataan Sandiaga Uno bahwa dirinya agak sungkan berdebat dengan kiai senior. Menurut Ma’ruf, dalam debat capres peserta menjawab pertanyaan panelis yang disampaikan oleh moderator. Selain itu juga akan saling bertanya dan menjawab antar peserta. “Waktunya pun sudah diatur oleh KPU.”

Mustasyar PBNU ini juga mengingatkan, yang prinsip dalam debat capres adalah menjawab dengan sopan dan santun. “Bukan hanya Pak Sandi ke saya, saya yang lebih tua ke yang muda juga harus sopan. Harus saling menghormati,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf menyatakan mengapresiasi rasa hormat Sandiaga, namun berdebat dengan ulama bukan berarti tak menghormati. “Kita saling menghormati dengan cara yang santun, tetapi kita juga harus mengikuti aturan KPU,” kata dia. Ma’ruf menegaskan adanya perbedaan pandangan, bukan berarti tidak saling menghormati.

KPU akan menyelenggarakan debat capres ketiga yang menampilkan Cawapres 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno, pada 17 Maret 2019.