Kejelasan Dana Pembangunan Sport Centre Kabupaten Cirebon

Stadion Watubelah Cirebon atau Sport Center Cirebon di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Stadion ini direncakan Pemprov Jawa Barat untuk digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 silam.

Awal pembangunan pada tahun 2012, namun pada tahun 2013 sempat terhenti karena keterbatasan dana. Pada tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan sebesar Rp. 50 M untuk melanjutkan proses pembangunan dan seluruh proses pengadaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon. Hingga tahun 2015 pembangunan stadion belum maksimal bahkan belum bisa digunakan.

Sampai Tahun 2015 sudah tiga tahap pembangunan, pekerjaan tahap pertama menghabiskan anggaran sekitar Rp. 18 M, lanjutan tahap kedua pada tahun 2014 dengan anggaran Rp. 31 M dan tahap ketiga pada tahun 2015 anggaran yang digunakan sebesar Rp. 20 M.

Pembangunan Stadion Watubelah di tahun anggaran 2018, dipastikan tidak ada karena tidak ada daftar lelang pembangunan infrastruktur stadion Kabupaten Cirebon. Tidak diketahui kapan pembangunan kembali dan kapan akan selesai. Pada akhir pembangunannya di tahun 2018 baru mencapai diperkirakan 40 persen, sehingga infrastruktur yang sudah dibangun menjadi rusak dan tidak terawat, seperti di lapangan bola yang sudah terpasang rumput sintetis di beberapa bagian sudah terkelupas dan ditumbuhi rumput liar.

Masyarakat Kabupaten Cirebon sangat menginginkan kejelasan pembangunan mega proyek tersebut. namun ternyata pembangunannya terhenti, yang terlihat hanya pondasi- pondasi terbengkalai begitu saja.

Kendala lain tersendatnya pembangunan tersebut karena adanya pengalihan proyek  yang sebelumnya dari Pihak Provinsi Jawa Barat ke Pihak Kabupaten Cirebon. Kendati pihak Kabupaten siap merevisi anggaran namun permasalahan tidak akan terselesaikan jika lembaga pengawasan tidak dilibatkan di dalamnya.

Dugaan dan prasangkaan masyarakat akhirnya mencuat dengan mengkrucutnya adanya penyelewengan dana oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Melihat permasalahan ini, lembaga yang menamakan ALDERA (Aliansi Demokrasi Rakyat) menyikapi secara serius dengan turun aksi terkait kejelasan pembangunan stadion sport centre dan keterbukaan masalah dana tentang proyek pembangunan yang alirannya diduga tidak jelas penggunaanya.

Perihal aksi tersebut dibenarkan oleh KorLap ALDERA Toni Gumilar “kami akan aksi hari Kamis (11/4/2019) secara damai, bukan untuk mempermasalahkan, namun untuk mencari akar permasalahannya mengenai dana pembangunan sport centre yang menguap” jelas Toni.