Kopi Wine Garut Pasirwangi

GARUT-Selain dikenal dengan dodol dan domba, saat ini dikenal dengan kopi arabica-nya. Salah satu kopi arabica hasil pengembangan yang dilakukan para petani kopi di Garut adalah Wine Coffee yang merupakan kopi yang diproses lewat fermentasi (prosesnya berbeda, rasanya pun beda). Wine Coffee sudah memiliki pasarnya tersendiri yang kebanyakan adalah para pecinta kopi. Wine Coffee asal Garut mulai dipasarkan sejak tahun 2002. Sudah menembus pasar hingga luar negeri meski belum dalam jumlah besar. “Dari Jepang, Eropa hingga Amerika, awalnya kebanyakan dikenalkan oleh para pejabat pemerintah yang memang penikmat kopi, terlebih saat ada tamu dari 14 negara Gubernur Jawa Barat pada saat itu Ahmad Heryawan juga mengenalkan Wine Coffee asal Garut.

Kesulitan dialami oleh petani untuk memenuhi permintaan pasar Wine Coffee. Karena, sampai saat ini belum bisa memproduksi dalam jumlah besar. Dalam satu bulan, menurut pengakuan salah satu petani hanya bisa memproduksi kopi olahan aneka jenis hingga 1 ton yang semua bahannya kopi arabica yang kebanyakan berasal dari petani kopi di Pasirwangi.

Wine Coffee bisa istimewa karena biji kopi yang digunakan semuanya biji kopi terbaik. Proses seleksi biji kopi dilakukan sejak awal kopi dipetik dari pohon sampai jadi kopi siap seduh, bisa lebih tiga bulan karena harus melewati proses fermentasi. Biji kopi yang matangnya pas, lalu dibungkus dalam plastik kedap udara untuk proses fermentasi selama lebih dari satu bulan. Biasanya, kopi yang dalam proses fermentasi akan mengeluarkan air dan bungkus plastik pun menggelembung berisi udara dan air fermentasi. Setelah di fermentasi dalam bungkusan plastik, kopi tersebut kemudian dijemur hingga 3 sampai 5 jam kemudia dibungkus lagi interval waktu 10 hari dibuka dan dijemur, proses tersebut dilakukan secara teratur hingga kopi betul betul kering fermentasi dan kering dijemur.

Cerita lain dari Aceh, Petani Kopi Gayo “Dijemurnya harus dengan air yang keluar dari proses fermentasi, jadi air itu terserap kembali dalam biji kopinya hingga benar-benar kering,” katanya.

Jika kopi arabica khas Garut dikenal dengan keasamannya yang kuat. Wine Coffee yang merupakan fermentasi dari kopi arabica, memiliki citarasa yang lebih kuat dan pekat. Agar citarasanya lebih muncul, proses penyeduhan dan minumnya pun berbeda. Wine Coffee, biasanya diseduh dengan air mendidih dengan menggunakan teknik penyeduhan V60 yang menghasilkan kopi tanpa ampas. Biasanya, citarasanya akan langsung terasa kuat jika diminum dengan cara diseruput. (Kompas)

Silahkan Berkomentar