Mari Menanam Pohon Untuk Anak dan Cucu

Menanam Pohon Untuk Lingkungan Hidup Nyaman itu sudah pasti akan dirasakan bagi siapa saja yang menginginkan banyaknya Oksigen yang dihasilkan oleh proses fotosintesa di lingkungan tinggalnya.

Kami termasuk bagian dari anggota masyarakat yang suka untuk bercocok-tanam dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah.

Tidak penting lahan itu adalah bagian dari fasum dan fasos, asal bisa ditanam pohon produktif atau tanaman keras seperti pohon jati, pohon mangga, alpukat, Kelapa dan lainnya.

Kebiasaan menanam di Bogor sudah kami lakukan sejak 1994 saat menanam pohon rambutan, sawo kecik, hingga pohon pisang, singkong dan pohon pepaya sekalipun. Semua pada waktunya mendapat hasil, meski kemudian akhirnya semua pohon itu kini bersih dari areal tanah di belakang dan depan rumah karena demi alasan perluasan bangunan rumah.

Sekarang tinggal pohon alpukat, mangga, jeruk Bali, Kelapa, Belimbing dan beberapa pokok pohon jati yang tinggal di lahan seberang jalan rumah. Kebetulan lahan di depan rumah belum dibangun rumah. Mungkin sampai 5 – 10 tahun ke depan penghijauan masih berlangsung hingga bila kelak di ditebang oleh pemilik tanah yang ingin bangun rumah. Kami abaikan itu: yang penting tanam dulu.

Marilah kebiasaan menanam pohon keras/tahunan kita lakukan dari sekarang. Bukan untuk kita sendiri, tapi untuk anak bahkan cucu kita nanti.

Kebetulan informasi bibit sangat mudah didapat via Internet. Adalah www.rajabibitindonesia.com yang kami hubungi via Admin
+62 838-0554-3954 untuk pesan bibit duren montong dan jambu kristal.

Kami pilih rajabibitindonesia karena Kwalitas Terjamin. Varietas dijamin keasliannya.