Pameran Benda Pusaka HUT Kabupaten Indramayu 492

Berdirinya sebuah kota atau awal mula terbentuknya wilayah tidak lepas dari sisi historis dari benda pusaka. Nilai serta keaslian logam dan unsur perawatan yang baik dan benar maka sejarah tersebut masih bisa dilestarikan. Indramayu salah satu wilayah yang seekarang tengah berulangtahun ke-492 harus bangga karena memiliki history yang ditilik dari keberagaman benda pusaka masih berkaitan dengan wilayah sekitarnya.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ulang Tahun HUT Kabupaten Indramayu yang ke- 492 tahun  disambut baik oleh masyarakat kabupaten Indramayu, sederet kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia dari mulai pentas seni, festival dan banyak kegiatan lainya masyarakat indramayu sangat antusias menyaksikanya.

Salah satu gelaran tersebut adalah pameran benda pusaka yang diprakarsai oleh Pemda Kabupaten Indramayu. Pameran Pusaka menggambarkan cerita dan sejarah berdirinya Kota Indramayu yang di kisahkan langsung oleh Raden Arya Wiralodra yang di utus oleh kerajaan Majapahit untuk membabad Alas Bantaran Sungai Cimanuk untuk mendirikan sebuah padepokan demayu korelari sejarah memang tidak lepas dari pendirinya seperti benda pusaka yang dipamerkan adalah berasal dari beberpa daerah yang memang ada kaitannya dengan asal mula Indramayu.

Dikatakan oleh Iwan selaku panitia dan ketuaa pelaksana pameran benda pusaka “tujuan digelarnya pameran ini, agar generasi muda mengetahui benda-benda pusaka dan sejarah yang pernah ada di Indramayu. Sehingga sejarah dan budaya tidak hilang tergerus generasi milenia.” Kami beserta panitia berusaha mengumpulkan benda sejarah sehingga terkumpul dari berbagai wilayah dan sebagian dari kolektor.” Lanjutnya tema dari pameran benda pusaka dalam rangka HUT Kota Indramayu ini “Ngulik ning Jati Diri” beberapa pusaka tersebut adalah dari Mataram Islam, Pasundan Padjajaran, Cirebon serta beberapa pusaka dari tokoh Indramayu diantaranya keris ki buyut brata, ki bawuk, ki siluk dan mbah karim keturunan keraton Cirebon.

Diulas sedikit mengenai keris dari kolektor benda pusaka Ketua DPRD Kab Indramayu H. Syaefuddin. Tampilan fisik terlihat berbeda dengan keris zaman sekarang. Keris terlihat  menarik dan berwibawa karena keaslian bahan logam serta adanya lapisan emas. penempaannya apik, tidak bosan dipandang, sampai sekarang tetap terjaga dengan baik. (Iwan)

Silahkan Berkomentar