Pernyataan Ketua AWNI DPD JaBar atas Insiden Kekerasan Terhadap Wartawan dan Meminta Diproses Secara Hukum

Cirebon – Insiden kekerasan yang dialami wartawan yang nyata menciderai dan menghantui kebebasan pers dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, membuat Ketua Dewan Pengurus Daerah Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (DPD AWNI) salah satu wadah para wartawan angkat bicara, menyoroti peristiwa kekerasan fisik yang diduga dilakukan oknum anggota ormas terhadap Soleman wartawan Fokus Berita Indonesia (FBI) yang sedang melaksanakan tugas diintimidasi, dicaci bahkan dipukul hingga mengeluarkan darah, video kekerasan fisik sekitar 2 menit yang beredar melalui media sosial tersebut mengundang reaksi keras dari seluruh kalangan wartawan baik cetak maupun elektronik, karena perlakuan oknum ormas yang terlampau melebihi wewenang dan menyalahi tupoksinya dan secara sewenang-wenang memperlakukan wartawan.
Atas tindakan premanisme yang diduga dilakukan oknum-oknum ormas tersebut, Ketua DPD AWNI Jawa Barat Piryanto menyatakan rasa keprihatinannya dan meminta pihak yang berwenang memproses secara hukum terhadap para pelaku kekerasan tersebut.
“Sangat disayangkan, gaya-gaya premanisme masih saja menghantui para wartawan. Ini tidak bisa ditolerir”, kata Piryanto yang didampingi seluruh jajaran pengurus AWNI Jabar.
Piryanto meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku.
“Kami minta kepada Para penegak hukum memberikan tindakan tegas terhadap premanisme, agar terciptanya rasa aman bagi masyarakat, karena tugas wartawan sejatinya merupakan kepanjangan dari kepentingan masyarakat”, tandasnya. (Sutari)

Silahkan Berkomentar