Sikap Keras Piryanto Ketua AWNI DPD Propinsi JaBar mengenai Bom Bunuh Diri di Makasar

Ketua AWNI DPD Propinsi Jabar kang Piryanto protes keras tindakan bom bunuh diri di Makasar, hal tersebut diungkapkan di kediamannya, menurutnya tindakan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Agama apapun apalagi agama Islam.

Khususnya warga Jawa Bara agar tidak panik dan tetap menjaga keamanan di wilayah masing-masing, jika ada warga yang tidak dikenal dan dianggap mencurigakan agar tidak bertindak gegabah atau main hakim sendiri dan hendaknya melaporkan kepada pihak yang berwajib di sekitar anda.

“Kita ikut merasakan secara emosional dan sangat dirugikan, bahwa ada saudara-saudara kami yang jadi korban akibat bom bunuh diri di depan gereja Raja Katedral Makassar,” ungkap Piryanto.

“Saat ini pihak berwenang secara kontinyu untuk mengungkap aksi teror tersebut, kami juga menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri,” tambahnya.

Piryanto mengaku sepakat dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa aksi bom bunuh diri merupakan perbuatan yang salah kaprah dan tak dibenarkan.

“Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri, juga sangat merugikan orang lain,” tutur Priyatno menirukan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sementara dikutip dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menceritakan kronologi ledakan.

“Bisa saya sampaikan, benar diperkirakan (bom meledak) 10.28 wita ledakan diduga bom,” kata Zulpan kepada wartawan.

Menurut Zulpan, sejumlah umat dilaporkan terluka dalam kejadian itu. Polisi juga menemukan potongan tubuh manusia.

Kata Zulpan, polisi masih menyelidiki ledakan tersebut.

“Berapa jumlahnya (pelaku). Kami kepolisian Labfor akan memastikan lebih jelasnya,” katanya. (Sendi)

Silahkan Berkomentar