Wine Kopi menggunakan Hario Cold Brew

Biji kopi wine ini secara warna berbeda-beda. Mungkin karena terpapar getah ceri yang selama 60 hari difermentasikan. Biasa orang pakai perbandingan 1:10, 1:12, 1:15, dan kalau saya beda sendiri lah. Masa mau sama. Ini perbandingannya 18 gram kopi akan diseduh 150 ml air.

Karena jika biji kopi terfermentasi terlalu lama (over fermentation), akan mengubah rasa dari manis ke asam sehingga mengganggu cita rasa kopi itu sendiri. Selain itu, pada buah kopi akan muncul serabut putih jamur yang kemudian membentuk jaringan dan itu dapat menjadi tanda bahwa kopi tersebut sudah terkontaminasi sehingga akan merusak kualitas kopi dan kemungkinan besar dapat berakibat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi. Hingga saat ini, banyak hal yang berhubungan dengan kopi masih harus diteliti lebih jauh kebenarannya sehingga Anda harus mempertimbangkan dengan bijak segala informasi yang Anda terima serta segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda atau gejala yang tidak nyaman setelah mengonsumsi kopi wine.

Jika penasaran ingin bikin sendiri, ini salah satu roaster di Bandung yang menjual KOPI WINE, yang menurut saya memiliki Kopi Wine berkualitas dengan teknik roasting yang mendekati sempurna versi saya. Harga bisa dicek di sini jika mau. Oh ya, ini bukan jualan saya sih, saya hanya menyebarkan kebaikan saja, berbagi nikmatnya kopi enak dan berkualitas.

Mencicip kopi dengan Black Honey Process dan Natural Process, itu lightly mirip dengan Natural Wine Process. Bedanya, di tingkat aroma, kompleksitas rasa dan asamnya saja. Kalau boleh dibilang, Kopi Wine adalah next level-nya Black Honey dan Natural Process. Namun, semua itu tergantung jenis kopi dan panenannya.

Untuk memenuhi syarat rasa winey adalah, pertama, semua kopi yang dipanen harus ceri merah dan kopi arabika yang tumbuh di atas 1.500 dpl. Karena menurut penerawangan tukang kopi, semakin berada di ketinggian, getah kopi semakin banyak dan semakin bagus juga untuk diproses menjadi Kopi Wine.

Kopi Wine ini sebenarnya bisa diterapkan oleh semua petani kopi di seluruh pemilik Single Origin di Indonesia. Mulai dari Gayo Wine hingga Wamena Wine. Dari Toraja Wine hingga Malabar Wine. Jadi bukan jenis kopinya, tetapi proses pengolahannya. Seperti juga, Dry Process atau pun Washed Process yang bisa diterapkan di semua kopi, lebih tepatnya kopi Arabika.

Percobaan, menggunakan Hario Cold Brew. Rasanya lebih enak. Sementara kalau pakai manual brew V-60 dan lainnya, cenderung terlalu keras rasanya dan asam dari hasil fermentasinya rada mengganggu di mulut.

Masalah kopi adalah masalah selera. Tidak ada paksaan dan aturan dalam mengopi.

Kopi Wine bukan wine dari olahan kopi halal dan tidak bikin mabuk. (sonofmountmalang)

Silahkan Berkomentar